Jalan Mulia Berunsur Delapan

·         Kebijaksanaan (Pali:Pañña ; Sanskerta:prajñā)
1.   Pengertian Benar (sammä-ditthi)
2.   Pikiran Benar (sammä-sankappa)

·         Kemoralan (PaliSīla)
3.   Ucapan Benar (sammä-väcä)
4.   Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
5.   Pencaharian Benar (sammä-ajiva)

·         Konsentrasi (Pali: Samädhi)
6.   Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
7.   Perhatian Benar (sammä-sati)

8.   Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

     Apakah Pandangan Benar itu? Pandangan benar adalah pemahamantentang penderitaan, penyebab penderitaan, lenyapnya penderitaan, dan jalan menuju lenyapnya penderitaan.

     Dan apakah Pikiran Benar  itu? Pikiran Benar adalah pikiran yang bebas (dari  kekotoran batin), pikiran tentang cinta kasih, dan pikiran yang suka menolong mahkluk lain.

      Dan apakah Ucapan Benar itu? Ucapan Benar adalah ucapan yang bebas dari kebohongan, fitnah, caci maki ataupun omong kosonng yang tidak bermanfaat.

           Dan apakah Perbuatan Benar  itu?  Perbuatan Benar adalah perbuatan menghindari pembunuhan, pencurian, penyalahgunaan perbuatan seksual dan minum-minuman keras yang menyebabkan lemahnya kesadaran.

            Dan apakah Mata Pencaharian Benar  itu? Sehubungan dengan hal ini, seorang umat Buddha harus membangkitkan hasrat untuk berusaha, berjuang mengarahkan pemikirannya dalam mencegah timbulnya keinginan tidak baik yang belum muncul, melenyapkan keinginan tidak baik yang telah ada, membangkitkan keinginan baik yang belum muncul dan akhirnya, ia harus membangkitkan hasrat untuk berusaha, berjuang mengarahkan pikirannya untuk menjaga kelangsungan, menggabungkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan memenuhi keinginan baik yang sudah ada.

           Dan apakah Perhatian Benar  itu? Sehubungan dengan hal ini, seorang umat Buddha harus melakukan perenungan untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh badan jasmani, pikiran, perasaan, dan kesadarannya, sehingga dapat mengendalikan diri terhadap godaan nafsu keinginan duniawi.

        Dan apakah  Konsentrasi Benar  itu? Sehubungan dengan hal ini, seorang umat Buddha harus berlatih meditasi agar dapat mencapai empat jhana.

Jalan Mulia Berunsur Delapan ini dapat lebih lanjut diperinci sebagai berikut:
1.    Pengertian Benar (sammä-ditthi) menembus arti dari:
a.      Empat Kesunyataan Mulia
b.     Hukum Tilakkhana (Tiga Corak Umum)
c.      Hukum Paticca-Samuppäda
d.     Hukum Kamma

2.    Pikiran Benar (sammä-sankappa)
a.     Pikiran yang bebas dari nafsu-nafsu keduniawian (nekkhamma-sankappa).
b.     Pikiran yang bebas dari kebencian (avyäpäda-sankappa)
c.      Pikiran yang bebas dari kekejaman (avihimsä-sankappa)
d.     Ucapan Benar (sammä-väcä)

     3.  Dapat dinamakan Ucapan Benar, jika dapat memenuhi empat syarat di bawah ini:
a.    Ucapan itu benar
b.    Ucapan itu beralasan
c.    Ucapan itu berfaedah
d.    Ucapan itu tepat pada waktunya

4.    Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
a.    Menghindari pembunuhan
b.    Menghindari pencurian
c.    Menghindari perbuatan a-susila

5.    Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
Lima pencaharian salah harus dihindari (M. 117), yaitu:
a.    Penipuan
b.    Ketidak-setiaan
c.    Penujuman
d.    Kecurangan
e.    Memungut bunga yang tinggi (praktek lintah darat)
Di samping itu seorang siswa harus pula menghindari lima macam perdagangan, yaitu:
a.    Berdagang alat senjata
b.    Berdagang mahkluk hidup
c.    Berdagang daging (atau segala sesuatu yang berasal dari penganiayaan mahkluk-mahkluk hidup)
d.    Berdagang minum-minuman yang memabukkan atau yang dapat menimbulkan ketagihan
e.    Berdagang racun.

6.    Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
a.    Dengan sekuat tenaga mencegah munculnya unsur-unsur jahat dan tidak baik di dalam batin.
b.    Dengan sekuat tenaga berusaha untuk memusnahkan unsur-unsur jahat dan tidak baik, yang sudah ada di dalam batin.
c.    Dengan sekuat tenaga berusaha untuk membangkitkan unsur-unsur baik dan sehat di dalam batin.
d.    Berusaha keras untuk mempernyata, mengembangkan dan memperkuat unsur-unsur baik dan sehat yang sudah ada di dalam batin.

7.    Perhatian Benar (sammä-sati)
Sammä-sati ini terdiri dari latihan-latihan Vipassanä-Bhävanä (meditasi untuk memperoleh pandangan terang tentang hidup), yaitu :
a.    Käyä-nupassanä = Perenungan terhadap tubuh
b.    Vedanä-nupassanä = Perenungan terhadap perasaan.
c.    Cittä-nupassanä = Perenungan terhadap kesadaran.
d.    Dhammä-nupassanä = Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran.

8.    Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)
Latihan meditasi untuk mencapai Jhäna-Jhäna


0 komentar:

Posting Komentar

PERKUMPULAN GURU AGAMA BUDDHA INDONESIA PERKUMPULAN GURU AGAMA BUDDHA INDONESIA PERKUMPULAN GURU AGAMA BUDDHA INDONESIA PERKUMPULAN GURU AGAMA BUDDHA INDONESIA PERKUMPULAN GURU AGAMA BUDDHA INDONESIA